Panduan cara riset keyword untuk pemula [Update 2019]

riset keyword

Riset Kata Kunci untuk SEO

Riset Keyword merupakan langkah yang sangat besar pengaruhnya pada kesuksesan anda dalam pemasaran online menggunakan Search Engine Optimization.

Tanpa riset keyword yang benar, SEO yang anda lakukan mungkin saja akan lebih besar peluang gagalnya.

Itulah mengapa, kami selalu menekankan pada para klien untuk menentukan keyword yang akan dioptimasi dengan baik. Pastikan keyword yang akan dioptimasi memang sudah berdasarkan riset keyword yang benar.

Dengan riset keyword yang benar, maka anda akan menghemat banyak sekali waktu dan uang. Baik proses SEO anda kerjakan sendiri atau menggunakan Jasa Konsultan SEO.

Untuk membantu anda mendapatkan keyword-keyword yang tepat, pada tulisan kali ini kami akan mencoba mengangkat topik tentang cara riset keyword yang benar sehingga proses SEO anda tidak sia-sia.

Apa itu keyword

Mungkin sebagian anda masih bertanya-tanya, apa itu keyword?

Keyword atau lazim juga disebut dengan kata kunci adalah kata/kelompok kata yang digunakan pengguna internet untuk mencari informasi di mesin pencari. Baik mencari informasi terkait dengan hobi, solusi dari masalah mereka serta informasi penting lainya.

Melalui keyword ini, pengguna internet berharap menemukan informasi yang mereka butuhkan.

Ketika mereka mengetikan keyword “panduan riset keyword untuk pemula”, mereka berharap google menampilkan daftar website yang membahas tentang cara riset kata kunci untuk mereka yang masih awam dan pemula.

Semakin Panjang keyword yang mereka gunakan, maka itu mengindikasikan semakin spesifik informasi yang mereka butuhkan.

Dan ini sangat besar kaitannya dengan Search Intent. Apa itu search intent akan kita bahas pada kesempatan lain.

Alasan mengapa anda perlu melakukan riset keyword

Sebelumnya kami sudah menyinggung bahwa riset keyword adalah bagian yang sangat penting dalam proses SEO.

Nah, pada kesempatan ini kami akan menunjukan pada anda mengapa kita perlu melakukan riset keyword.

Menemukan Ide Konten

Dengan melakukan riset keyword, kita bisa mengetahui konten apa yang perlu dibuat dan diterbitkan.

Melalui riset keyword kita juga tidak lagi menduga-duga konten maupun artikel apa yang akan dibuat. Karena dengan melakukan riset keyword kita memiliki data yang valid.

Menargetkan pengunjung potensial

Kita melakukan riset keyword karena kita ingin mendapatkan pengunjung yang tepat dengan topik website kita.

Keyword yang digunakan untuk toko online tentu berbeda dengan keyword yang digunakan oleh seoarang publisher. Karena search intent mereka pasti berbeda.

Untuk toko online, kita membutuhkan kata kunci yang terkait dengan “commercial keyword”, sedangkan untuk publisher kita membutuhkan keyword yang terkait dengan “informational keyword”.

Dengan melakukan riset keyword, kita bisa memilah keyword-keyword yang termasuk pada kategori commercial keyword dan mana pula yang masuk pada kelompok informational keyword.

Agar anda tidak bingung, kami akan berikan contoh masing tipe keyword ini :

Contoh : Commercial Keyword, Harga Honda HRV Jakarta 2019
Contoh : Informational Keyword, Cara merawat Honda HRV Matic

Mengetahui Frasa Kata yang digunakan oleh pengguna Internet
Riset Keyword sangat berguna bagi kita untuk menemukan frasa kata yan digunakan pengguna internet saat mereka mencari informasi di google.

Dengan mengetahui frasa kata ini, kita bisa membuat konten maupun artikel yang sesuai dengannya. Semakin relevan artikel yang kita buat dengan frasa kata yang digunakan pengguna internet, maka akan semakin bagus dari sisi SEO.

Mengetahui volume pencarian bulanan

Melalui riset keyword kita akan bisa mengetahui volume pencarian dari keyword-keyword yang digunakan oleh pengguna Internet.

Dengan mengetahui volume pencarian ini, kita bisa mengukur potensi dari keyword tersebut. Layak atau tidak untuk dioptimasi.

Karena volume pencarian ini terkait dengan potensi pengunjung ke website, potensi penjualan serta potensi omset yang akan anda peroleh.

Semakin tinggi volume pencariannya, maka semakin besar pula potensi omset yang akan and dapatkan.

Mengetahui kompetisi di SERP Google

Alasan berikutnya mengapa kita perlu melakukan riset kata kunci adalah agar kita bisa mengukur kompetisi dari keyword yang kita target.

Dengan riset keyword, kita jadi tahu siapa saja kompetitor kita di google, bagaimana kekuatan website mereka serta seperti apa strategi yang mereka jalankan.

Dengan mengetahui ini semua, kita bisa menyiapkan strategi yang tepat, menentukan sumber daya yan dibutuhkan serta waktu yang dibutuhkan untuk memenangkan kompetisi pada keyword tersebut.

Memudahkan mengambil keputusan

Riset Keyword sangat membantu kita dalam mengambil keputusan dengan cepat. Karena berdasarkan data-data yang kita miliki, kita bisa mengambil keputusan apakah mengoptimasi keyword tersebut atau tidak sama sekali.

Keputusan yang kita ambil bukan lagi berdasarkan asumsi belaka, tetapi juga berdasarkan data dan fakta dari informasi yang kita dapatkan dari riset kata kunci.

Tipe Keyword untuk SEO

Sebelum kita melakukan riset keyword, wajib bagi anda untuk mengetahui klasifikasi dari keyword yang digunakan oleh pengguna mesin pencari

Navigational Keyword

Ketika pengguna internet menggunakan nama perusahaan maupun nama website untuk menemukan informasi yang mereka cari, maka keyword yang mereka ketikan tersebut disebut dengan “Navigational Keyword”.

Sebenarnya mereka sudah tahu tentang perusahaan maupun produknya. Mereka menggunakan keyword ini hanya untuk menemukan alamat website dari perusahaan tersebut.

Contoh-contoh navigational keyword adalah : Youtube, Facebook, Twitter, Gmail, Wikidedia, Traveloka, SEOBlank dan SEO Platinum.

Bagi anda yang perusahaan maupun produknya sudah terkenal, menargetkan keyword ini adalah sesuatu yang sangat penting. Jika anda abaikan, kompetitor bisa saja mengambil alih pengunjung yang dating menggunakan keyword ini.

Bagaimana caranya? Akan kami bahas pada kesempatan lain.

Transactional Keyword

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, transactional keyword ini berkaitan dengan keyword-keyword yang memiliki search intent untuk membeli sesuatu melalui onlinte.

Khusus bagi anda yang menjual produk maupun jasa tertentu, sangat tepat bagi anda untuk menargetkan keyword ini.

Biasanya volume pencariannya tidak terlalu banyak. Namun, konversi dari keyword ini sangat bagus sekali. Sekali lagi, untuk anda yang mengelola toko online bagus sekali menargetkan keyword yang masuk pada kategori “transactional keyword” ini.

Informational Keyword

Keyword yang masuk pada kategori informational keyword ini banyak ditarget oleh para publisher. Karena volume pencariannya cukup tinggi.

Khusus bagi anda yang mengelola toko online, hindari menargetkan keyword-keyword ini. Disamping konversinya yang sangat rendah, biasanya kompetisinya juga relative berat. Karena banyak sekali publisher yang menargetkan keyword jenis ini.

Ciri ciri keyword jenis ini biasanya menggunakan prefix : cara, dimana, bagaimana, tips dan lain sebagainya. Misalnya : Bagaimana cara menggunakan tool riset keyword Ahrefs

Jadi, anda harus jeli saat menentukan keyword yang ingin dioptimasi agar tidak salah optimasi dan membuang-buang sumber daya anda.

Cara mendapatkan Ide keyword

Tool Riset Keyword

Setelah mengetahui tipe keyword yang digunakan pengguna google, langkah berikutnya adalah menemukan keyword-keyword tersebut yang sesuai dengan model bisnis kita

Untuk menemukan ide keyword kita membutuhkan alat/tools. Beberapa tools yang cukup popular digunakan untuk melakukan riset keyword adalah :

1. Google Trends
2. Ubersuggest
3. Ahrefs
4. SEMRush
5. Longtail Pro
6. Dan lain sebagainya

Lihat panduan riset keyword menggunakan Ahref

Cara memilih & memilah kata kunci

Kami yakin sebagian dari anda masih bingung bagaimana memilih dan memilah keyword yang akan digunakan di website anda.

Berikut ini adalah beberapa cara menentukan keyword yang akan dioptimasi :
Sesuai dengan model Bisnis anda

Saat memilih keyword yang akan dioptimasi, anda harus tahu apakah keyword tersebut masuk kategori informational keyword atau transactional keyword.

Karena jika keyword yang anda target tidak relevan dengan model bisnis yang sedang dijalankan, maka walaupun anda berhasil mengoptimasi keyword tersebut, tujuan awal anda mengoptimasi keyword tersebut tidak akan tercapai.

Hindari mengoptimasi informational keyword jika bisnis anda adalah toko online maupun ecommerce. Begitu juga sebaliknya.

Volume pencarian memadai (memenuhi KPI anda)

Selain sesuai dengan model bisnis, keyword yang dipilih juga harus memenuhi dari KPI bisnis anda. Termasuk dari sisi volume pencarian.

Jika KPI trafik yang anda tetapkan 10.000 pengunjung perbulan, maka anda harus menemukan keyword dengan volume pencarian yang mampu memenuhi KPI tersebut.

Jangan sampai KPI trafik anda 10.000 kunjungan/bulan, sementara keyword yang anda optimasi memiliki volume pencarian hanya 1500 pencarian/bulan. Tentu saja KPI diatas akan sangat sulit anda wujudkan.

Untuk model bisnis publisher, biasanya KPI trafiknya cukup tinggi. Bisa 10.000, 20.000 atau bahkan lebih dari 30.000 trafik/bulan.

Sementara itu untuk model bisnis ecommerce biasanya tidak terlalu tinggi. Jika target penjualan anda 10 pcs/hari. Dengan tingkat konversi 10%, maka anda hanya butuh mendatangkan 100 trafik perhari atau 3000 trafik perbulan

KPI = Key Performance Indicator

Untuk anda yang ingin tahu lebih jauh terkait dengan KPI SEO, bagaimana menetapkan dan melacaknya, silahkan baca artikel kami berikut ini : KPI SEO yang harus ditetapkan & dilacak

Persaingan Keyword

Selanjutnya, keyword yang anda pilih juga harus dilihat dari sisi persaingan di SERP Google. Proses Analisa persaingan untuk keyword ini sangat penting dilakukan agar anda tahu sumber daya yang dibutuhkan untuk memenangkan kompetisi di SERP Google.

Analisa ini juga berguna untuk melihat keyword yang tidak layak dioptimasi dari sisi sumber daya yang dibutuhkan. Jika anda harus mengeluarkan banyak waktu dan uang, sementara feedback dari keyword tersebut tidak terlalu bagus, maka anda harus exclude keyword tersebut.

Note : SERP = Search Engine Result Pages

Analisa persaingan Keyword

Saat anda ingin menentukan sebuah keyword layak atau tidak untuk dioptimasi, anda harus melakukan proses Analisa terlebih dahulu. Salah satunya adalah Analisa persaingan di SERP Google.

Berikut ini adalah beberapa komponen yang harus dianalisa saat ingin menentukan sebuah keyword layak anda optimasi atau tidak

A. Analisa Onpage

Pada Analisa onpage ini kita akan focus pada komponen yang berada di website competitor. Beberapa diantaranya adalah :

1. Kualitas Konten

Saat menilai kualitas konten memang terkesan sangat subjektif. Namun, kita bisa menetapkan beberapa kriteria untuk menentukan kualitas sebuah konten.

Salah kriteria sebuah konten dikatan berkualitas adalah apabila menyediakan informasi yang valid dan lengkap. Konten yang lengkap biasanya juga cukup Panjang. Diatas 1000 kata.

Untuk anda yang ingin belajar bagaimana membuat konten artikel yang berkualitas, silahkan lihat disini : Cara menulis artikel yang enak dibaca + informatif

2. Kuantitas Konten

Selain kualitas, kita juga bisa melihat kuantias konten yang dimiliki oleh website competitor. Cara praktis untuk mengetahui jumlah konten website competitor yang di index google adalah dengan mengetikan kata berikut di kotak pencarian Google.

site:websitekompetitor.com

Maka akan ditambilkan daftar halaman website competitor. Termasuk jumlah halaman yang deindex oleh google. Selanjutnya anda bisa bandingkan dengan website anda. Mana yang lebih banyak index websitenya. Website anda atau website competitor.

3. Frekuensi Update

Semakin sering sebuah website update, maka semakin bagus. Walaupun factor ini tidak bisa berdiri sendiri.

4. Internal Link

Faktor yang cukup menentukan apakah sebuah website bagus atau tidak bisa dilihat dari sisi internal linking. Semakin bagus skema internal linkingnya, maka akan semakin kuat website tersebut.

Dengan skema internal linking yang tepat, maka otoritas halaman akan mengalir dengan maksimal dari halaman 1 ke halaman yang lainnya.

B. Analisa Off-page

Setelah kita melakukan Analisa onpage, maka selanjutnya kita bisa melakukan Analisa off-page terhadap website competitor. Beberapa komponen yang dianalisa adalah :

1. Jumlah & Kualitas Backlink

Hal pertama yang sering dianalisa dari website competitor adalah backlinknya. Baik dari sisi jumlah maupun kualitasnya. Semakin berkualitas backlink yang dimiliki sebuah website, maka akan semakin bagus peringkatnya. Tapi tentu saja harus didukung oleh factor Onpagenya juga.

Jika kualitas dan kuantitas dikombinasikan dengan baik oleh website competitor, maka hal ini menjadi berita buruk untuk anda. Karena kompetisi keyword tersebut akan semakin ketat dan sulit.

2. Domain Authority dan Page Authority (Moz.com)

Selain itu, kami juga melihat DA dan PA domain dari competitor. Biasanya DA dan PA ini memiliki skala 1 – 100. Semakin tinggi angkanya semakin bagus otoritasnya.

Domain yang memiliki otoritas tinggi biasanya dipengaruhi oleh backlink yang mereka miliki. Otoritas sebuah website dipengaruhi oleh backlink dan sekaligus konten yang dimilikinya.

3. Trust Flow dan Citation Flow (Majestic.com)

Trust Flow dan Citation Flow juga tidak kalah pentingnya. Biasanya terkait dengan kualitas topical sumber backlink dari website kita. Jika backlink website kita berasal dari topik dan Bahasa yang sama, maka kualitasnya akan semakin bagus.

Begitu juga sebaliknya.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika anda melakukan Analisa competitor terhadap keyword yang ingin dioptimasi.

Saat ini kami tidak menyebutkan Batasan-batasan yang bisa menjadi acuan bagi anda saat melakukan Analisa competitor, misalnya DA-nya harus berapa maksimal, Trust Flow-nya harus berapa dan lain sebagainya.

Karena, masing-masing orang memiliki sumber daya yang berbeda sehingga acuan berat dan ringan bagi mereka juga berbeda.

Apa selanjutnya . . .

Setelah anda melewati tahapan diatas dan sudah menemukan keyword yang mau dioptimasi, apa selanjtunya yang harus dilakukan?

Untuk menjawab pertanyaan anda diatas, silahkan lanjutkan pelajaran SEO anda di Kaffah Academy, tempat Belajar SEO Gratis untuk pemula.